Selasa, 08 Oktober 2013

"PENDAKIAN GUNUNG LAWU"

Coretan Perjalanan (4)


Coretan perjalanan Pendakian Gunung Lawu semasa SMA, Pelatihan SAR GUNUNG, di up date terakhir 05 Oktober 2010. Diedit beberapa hari yang lalu.

Mendaki Gunung, buat saya sangat kental dengan aura mistis, kadang tidak masuk akal dan logika. Alangkah lebih baiknya kalau kita mempersiapkan pengetahuan atau memiliki pengetahuan yang memadai dan niat yang bersih dan tulus serta  jangan sekali-kali merasa menantang ataupun pengen menaklukan gunung karena ego dan kesombongan dikarenakan ingin mendapatkan pengakuan bahwa kita pernah menaklukan Gunung, yang ada justru kita yang akan takluk karena kesombongan kita .

 Banyak orang hilang bahkan mati digunung karena minimnya pengetahuan tentang Gunung, seperti pengetahuan topografi, vegetasi atau tipe hutan, dan pengetahuan dasar survival serta karena rasa ego dan kesombongan kita.

"Naik Gunung bukan untuk menaklukan puncak, tapi justru mengalahkan ego dalam diri... Jangan pernah merasa hebat, dan buang jauh keangkuhan yang menguasai diri, serta jangan lupa berdoa" ... Mahameru Bersamamu - Ristyanina

Hal Hal yang perlu diperhatikan, selain doa : 

1.   Jangan ngeluh, karena itu akan 
      menurunan Semangat temen kita, 
      psikis akan sangat berpengaruh.

2.   Mental dan keteguhan hati bisa 
      mengalahkan  apapun, termasuk fisik yang 
      udah nggak memungkinkan.

3.   Jangan tinggalkan sampah dimanapun, 
      termasuk sampah hasil peradaban masyarakat, 
      terutama dari material plastik.

4.   Jangan parno duluan sebelum berperang 
      (menjalani pendakian).

5.   Take Nothing but Picture, Leave nothing 
      but footprint, Kill nothing but time.

6.   Ini bukan rumah kita, jangan berbuat 
      seenaknya, tapi dijaga seperti kita menjaga 
      rumah kita.

7.   Jaga omongan, karena lidah selalu 
      sangat tajam.

8.   Jangan tinggalkan temen, 
      karena berangkat bareng-bareng, 
      jadi balik juga harus bareng,
      kecuali dalam keadaan yang terpaksa,
      dan yang ditinggal minimal harus ditemani
      satu atau dua orang yang menguasai
      gunung.

9.   Kenali daerah sekitar,
      karena akan membantu selama perjalanan 
      (Topografi, Vegetasi, survival dasar dll).

10. Pijakan kakimu dengan penuh keyakinan.

11. Jangan merusak apapun, jangan asal 
      coret-coret.

12. Jaga Sikap dan tingkah laku, 
      karena mau percaya atau tidak 
      gunung memiliki aura mistis.


Dibawah ini ada beberapa paparan tentang Topografi Gunung Lawu, karakteristik Gunung Lawu, Vegetasi atau tipe hutan Gunung Lawu dan Jalur Pendakian.


TOPOGRAFI GUNUNG LAWU

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kota Karanganyar, Wonogiri (Jawa Tengah), dan Magetan (Jawa Timur) dengan posisi Koordinat di111°11'39" LS 07°37'37" BT. Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.


KARAKTERISTIK GUNUNG LAWU

Status gunung ini adalah gunung api"istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara).


VEGETASI ATAU TIPE HUTAN GUNUNG LAWU

Gunung Lawu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp (Dipterocarpaceae/Dipterocarpus) Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane Bawah, Hutan Montane Atas, dan Hutan Ericaceous.

Hutan Dipterokarp Bukit, adalah kawasan hutan yang terdapat di ketinggian antara 300 - 750 m dpl, mempunyai bilangan pohon  yang padat dan berbagai-bagai jenis. Spesies utama ialah pohon  Meranti dan atau pohon kapur barus, pohon lamtoro.

Hutan Dipterokarp Atas adalah kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 750 - 1,200 m dpl yang spesies  utamanya adalah Pohon Meranti dan Pohon Pinus atau Pohon Damar.

Hutan Montane bawah, terletak pada ketinggian 1,200 -1,800 meter dpl, hutan dengan daun luruh. Hutan ini ditumbuhi pokok oak/ek pada gunung gunung di Indonesia spesies ek yang sering dijumpai adalah Mempening (Quercus argentata) dan pasang jambe (Quercus gemelliflora) yang tingginya bisa mencapai 15 meter hingga 33 meter. Hutan ini mempunyai banyak tumbuhan jenis epifit seperti tanaman anggrek, pakis dan bermacam macam tanaman paku.

Hutan Montane atas, terletak pada ketinggian 1,800 -2,900 meter. Hutan jenis ini ditumbuhi pohon pohon koniferus (coniferous) atau pohon jarum, pohon gelam gunung, pohon pinus, pohon rhododendron (berbentuk semak) hati-hati dengan jenis rhododendron (beracun, dg kadar racun rendah). Suhu yang lebih rendah dan tiupan angin yang kencang telah menyebabkan kebanyakan pokok hanya serendah 1.5 meter hingga 18 meter. Hutan ini hanya mempunyai satu lapisan saja. Tumbuhan yang hidup secara epifit adalah lumut tumbuh di dahan-dahan pohon dan di tanah sehingga tanah hutan ini lembab.

Hutan Ericaceous atau hutan gunung, kawasan hutan yang hanya terdapat di gunung, yang  merujuk kepada kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian melebihi 1,500 meter dpl yang berisi spesies pohon berukuran kecil, bengkok dan rendah, seperti berbagai jenis belukar, rumput liar, pohon paku, pohon pakis, pohon anggrek hutan dan lumut. (Bisa masuk dalam kawasan hutan Montane).



JALUR PENDAKIAN



Pendakian pada gunung Lawu sampai dengan puncak pada ketinggian 3265 m dpl, 
dapat melalui 3 jalur :

1. Jalur selatan yaitu.     
    melalui Cemoro Sewu,

2. Jalur Barat melalui
    Cemoro Kandang, dan

3. Jalur yang terakhir adalah
    Jalur Utara yang jarang sekali
    dilalui orang pada umumnya,
    hanya warga Ngawi pada
    khususnya yaitu jalur Srambang.
  
    Sampai sekarang saya tidak
    dan belum pernah dapat info 
    tentang jalur pendakian dari
    Srambang apalagi sampai
    mendaki dari sana.


JALUR CEMORO SEWU

Jalur pendakian lewat sisi selatan Gunung Lawu, Bagi anda yang berangkat dari Jawa timur, naik bus dari terminal Maospati hingga terminal Magetan. waktu tempuh sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan akan tersaji hamparan sawah. Ketika memasuk ke kota Magetan hawa sudah beranjak sejuk. Dari terminal magetan kita oper kendaraan dengan naik mobil L300, menuju Ngerong (Pusat penjualan sayur mayur), melalui telaga Sarangan dan berakhir di Cemoro sewu, yang merupakan pos pemberangkatan dar isisi selatan.

Jalur pendakian melalui Cemoro sewu hingga puncak.Pada awal pendakian jalan masih lebar dan agak datar, setelah memasuki pos 1,jalan mulai menanjak semakin menyempit. Pepohonan di sekitar pos 1 hingga pos 3 masih sama yaitu pinus dengan di selingi pohon perdu. Namun sayang sekali pada kanan kiri jalan, dari Cemoro sewu hingga pos 1 telah di babat menjadi ladang penanaman kubis dan wortel. Pepohonannya rata-rata telah banyak yang mati. Pada pos 1 hingga pos 2 bau menyengat keluar dari bebatuan yang mengandung belerang.

Tanjakan semakin menanjak saat meninggalkan pos 2 hingga pos 4. barulah setelah pos 4 tumbuhan perdu yang ada pada ketinggian 2600 mdpl memenuhi lembah dan ngarai.

Daerah di sekitar pos 5 sering di sebut dengan Cokro Suryo, atau Cokro Srengenge, yaitu hamparan rumput yang luas seperti alun alun.

Masuk pada jalan berikutnya sudah tidak terlalu menanjak kita memasuki daerah sumur Jolotundo, yaitu sebuah sumur berupa gua vertikal dan terdapat sumber air yang kecil di dalam nya. Konon ada cerita jika kita masuk dan mengadahkan mulut menghadap ke atas, dan secara kebetulan tenggorokkan kita tertetesi oleh air yang menetes dari langit langit gua, maka kita akan di beri limpahan rejeki oleh yang maha kuasa (mitos).

Selang beberapa puluh meter dari sumur Jolotundo kita akan sampai pada sebuah sendang, dengan nama sendang Derajat. Air sangat melimpah di sendang yang ini, bahkan di samping sendang di bangunkan beberapa toilet umum.

Dan jangan kaget kalau anda melakukan pendakian ke Gunung Lawu pada awal bulan Suro, jika tiba tiba anda bertemu dengan pedagang nasi pecel didaerah Sendang Derajat sampai Hargo Dalem. Mereka adalah pedagang nasi pecel musiman yang sengaja berdagang keperluan makan saat musim pendakian pada bulan Suro.

Berikutnya kita melingkari bawah puncak gunung untuk sampai pada Hargo Dalem, sebuah petilasan Prabu Brawijaya ke V, dan sebuah makam sunan Lawu. Di wilayah Hargo Dalem biasanya sangat ramai sekali, mengingat di daerah ini banyak sekali rumah rumahan yang di buat para pedagang musiman, namanya  Kandang Jaran atau Gedogan untuk para peziarah di petilasan Prabu Brawijaya ke V, dan sebuah makam sunan Lawu.

Nah pada pagi harinya barulah kita akan melanjutkan perjalanan untuk mencapai puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah dengan ketinggian 3265 meter di atas permukaan laut. Di puncaknya di bangun tugu trianggulasi, dan banyak sekali sesembahan berupa dupa, kembang dan beberapa makanan, entah untuk siapa.

Dari puncak ini kita bisa melihat ke arah timur yaitu gunung Wilis, dan jika saja cuaca lagi bagus dengan langit yang jernih dan bersih kita bisa menyaksikan keagungan gunung Semeru, Gunung Arjuno. Jika melihat ke arah barat bisa di lihat gunung Merapi dan gunung Merbabu.


JALUR CEMORO KANDANG

Dan bagi anda yang ingin mendaki dari Jawa Tengah dan Jogja, bisa menaiki bus dari terminal Solo, melewati Palur dan Karanganyar, dan bus berakhir di Tawangmangu (terkenal dengan gerojokan sewu nya) Dari Tawangmangu berganti kendaraan pickup bertutup, atau naik L300, untuk menuju ke Cemoro Kandang.

Dalam perjalan mata kita selalu menatap hamparan perkebunan kubis, wortel dan kentang, dipinggir pinggir jalanya bahkan ada beberapa warga yang mencuci hasil panen di saluran air pinggir jalan. Sesampainya di Cemoro kandang biasanya kita terlebih dahulu beristirahat sejenak, minum kopi ataupun hanya sekedar mengobrol saja. Karena di Cemoro Kandang terdapat lebih banyak warung dari pada di Cemoro Sewu.

Sepanjang jalur dari Cemoro Kandang menuju puncak jalur tidak terlalu menanjak, namun cenderung melingkar dan menyusuri lereng bukit dan berbentuk seperti anak tangga (kalo cemoro sewu melalui punggung bukit) hingga pos 2 bau dari belerang sangat menyengat. Tumbuhan dari pos 1 hingga pos 4 adalah tanaman lamtoro gunung, pinus dan pakis, di selingi tanaman perdu gunung. Dari Pos 1 sampai Pos 3, kita masih akan menemukan Pos atau Shelter tertutup tapi pada Pos ke 4 dan seterusnya hanya akan kita temukan Pos atau shelter terbuka.

Hingga memasuki Jurang Pangarip arip jalan selalu menyusuri lereng, namun jika anda tak ingin berjalan melingkar anda bisa langsung melewati jalan pintas memotong langsung keatas, lumayan terjal karena lurus tidak melingkari lerengan, tapi harus hati-hati saat hujan jalur ini akandi lewati air bah pegunungan. Sampai pada pos 4 nanti tumbuhan sudah mulai jarang, dan di gantikan rerumputan gunung sampai di cokro srengenge,

Dari jalur ini Cokro Srengenge lebih luas dari pada yang melaui Jalur Cemoro Sewu, hamparan rumput menghampar hingga nanti bertemu dengan jalur dari Cemoro Sewu, di daerah Hargo Dalem, dari Hargo Dalem sampai puncak Rute Cemoro Kandang dan Rute Cemoro Sewu Menjadi satu.

Di Cokro Srengenge ke Hargo Dalem pada Jalur ini,  kita akan memasuki daerah pasar Dieng, yaitu hamparan padang edelweis di selingi bebatuan yang tertata rapi, menurut mitos pasar Dieng adalah pasarnya Setan.


JALUR SRAMBUNG

Jika melihat ke arah utara yaitu Sisi Pasar Dieng mata kita pasti akan tertuju pada sebuah bukit yang memiliki menara BTS, yaitu bukit Hargo Kahyangan. Melaui sisi sebelah timur bukit Hargo Kahyangan inilah kita bisa melewati jalur pendakian dari sisi Utara (Ngawi).



INFO DAN TIP SEPUTAR GUNUNG LAWU

INFO TEMPAT WISATA

Gunung Lawu sudah terkenal dari jaman dahulu, sejak dari jaman awal runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Mangkunegaraan hingga jaman penjajahan dan perang kemerdekaan, sampai sekarang.

Disekitar Lereng Gunung Lawu terdapat banyak tempat-tempat populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit : Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.


MITOS DAN MISTERI GUNUNG LAWU

Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.

Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Hargo Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Brawijaya  Pamungkas, Hargo Dumilingdi yakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Hargo Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.


TIPS :

Sering kesal kalau mendengar orang naik gunung ketika ditanya tentang topografi dan vegetasi atau tipe hutan yang ada digunung mereka tidak tahu dan sering menyepelekan, apalagi dengan perlengkapan yang asal-asalan.

Pada banyak kasus orang hilang, atau yang pernah ikut pelatihan "SAR GUNUNG" atau "JUNGLE SURVIVAL", mereka baru akan sadar kalau pengetahuan Topografi dan pengetahuan tentang vegetasi atau tipe hutan, Pengetahuan P3K dan Pengetahuan tentang Survival adalah syarat mutlak yang harus dikuasai. Serta perlengkapan standar Pendakian harus dimiliki. (banyak orang naik gunung sering menyepelekan itu, karena mereka merasa belum pernah kesasar dan hilang digunung, ataupun menghadapi kondisi yang ekstrim terutama cuaca yang dingin terutama gangguan kesehatan hipotermia (Penurunan Suhu tubuh dibawah 35%), namun jika ada yang pernah mengalami sendiri ataupun menimpa teman seperjalanannya dan mereka bisa survive atau selamat, mereka akan menyadari betapa pentingnya hal tersebut).

Pengetahuan Topografi sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi, sehingga ketika kita kesasar atau ketika keluar dari jalur akan dengan cepat dan mudah kita melakukan orientasi arah untuk kembali atau meneruskan pendakian ke jalur yang benar.

Pengetahuan tentang Tipe hutan, akan sangat membantu kita mengenali posisi ketinggian kita berada saat itu, karena dari jenis jenis tanaman yang kita temui kita bisa menentukan ketinggian dari posisi kita,sehingga lebih memudahkan kita melakukan orientasi atau mengkoreksi dan memperkirakan jarak, waktu dan tenaga yang harus dilakukan.

Disamping itu, dengan mengetahui tipe-tipe tanaman,akan menyelamatkan kita atau minimal memperpanjang waktu survive kita untuk dapat ditemukan tim pencari pada saat kita hilang, dengan penggabungan pengetahuan tentang tipe hutan pengetahuan survival kita akan mengetahui tanaman mana saja yang bisa dimakan dan yang tidak, tanaman mana yang mengandung air, dan tahu kita berada dimana.

Perlengkapan Dasar yang komplit, kelihatan sepele, tapi sering menggampangkan. Padahal pada saat kita kesasar peralatan tersebut akan banyak membantu, seperti, senter dan cadangan baterai, pada saat malam akan sangat dibutuhkan, ponco atau jas hujan, akan sangat bermanfaat ketika musim hujan, apalagi ketika bertemu dengan hujan badai dan hujan yang lama berhenti apalagi dalam posisi kesasar, ponco tersebut bisa digunakan bivak sebagai shelter perlindungan darurat dari hujan dan badai.

Radio komunikasi dan call sign perwakilan pengawas hutan atau gunung, bisa Perhutani, polisi setempat atau pengelola hutan dan taman wisata, kedengaran ketinggalan jaman dan kurang kerjaan, tapi hal itu baru akan kita sadari ketika device seperti handphone blank signal, apalagi pada posisi sedang kesasar.

Demikian juga dengan korek api, balaclava, sarung tangan, kompor parapin, jaket kedap air, pakaian cadangan, pakaian atau kain berwarna terang jangan berwarna hitam, ijo atau coklat (biasanya kalau (Pencinta) Alam, menggunakan syal), stock makanan dan minuman yang dilebihkan minimal 1 hari dari target waktu pendakian dll.

Jangan Pernah berlaku sombong dan seenaknya sendiri, perhatikan 12 poin yang telah disebutkan diatas, karena kadang hal tersebut sering dapat membantu kita ataupun minimal, bisa menyemangati dan menjaga kita selama perjalanan pendakian.

Semoga bermanfaat.


#seulas senyum tipis inspirasi

Sabtu, 05 Oktober 2013

SINAR SYUKURKU

Sangat bersyukur, kalau saat ini masih diberi ijin oleh Allah menikmati hidup dalam keadaan sehat, dimana selama 3 tahun kebelakang, tahun yang penuh perjuangan, berjalan dibatas titik nadir kondisi kesehatan, menyelesaikan banyak PR lama, serta merasakan hidup menjadi komplit dan indah.

Tahun ini adalah tahun yang banyak hal luar biasa terjadi, pekerjaan yang mapan penuh peluang, semakin memahami arti teman sejati, keluarga yang selalu mengerti, dan arti kehadiran seseorang yang selalu menjadi inspirasi dan sangat berarti dalam hidup yang bertahun tahun tidak pernah terpikirkan, dengan sangat luar biasa mempengaruhi hidup saya dengan caranya sendiri.

Ada keluarga yang selalu memahami tanpa harus menbicarakan tentang segala hal yang terjadi dan tentang segala hal yang saya lakukan, tanpa sepatah katapun ikut menentukan dan mengarahkan ataupun menghakimi.

Ada teman-teman yang sangat memahami dan sangat sabar, selalu menyediakan waktu tanpa mengeluh, dan tidak pernah marah ketika diabaikan, teman yang tidak pernah memaksa ataupun mempengaruhi keputusan, hanya sebagai pendengar yang baik, dan sekedar memberi pertimbangan dan selalu mendukung dari belakang.

Ada temen yang selalu mendukung dalam 2 tahun ini, tahun yang penuh pergolakan saat keinginan menyerah pada keadaan kesehatan, yang dengan tulus dan mengajak menikmati momen-momen hive, teman yang berbagi cerita tentang kupi dengan caranya sendiri, teman yang paling berani mengomeli, memarahi bahkan kadang tanpa tedeng aling-aling, tanpa basa basi, dan hanya ada satu teman yang bisa seperti itu.

Ada seseorang yang sangat berpengaruh dalam hidup saya yang mengajari arti bahagia dalam kesederhanaan tapi penuh makna, hal-hal yang biasa yang menjadi luar biasa, yang hadir dalam bentuk keceriaan usilnya, joget mbedignya, senyum tipis anggunnya dan senyum tulusnya yang kadang berubah menjadi senyum straight facenya dengan muka dan rambut panjang tebalnya yang ikut-ikutan kaku, mengajarkan arti menyusun sesuatu yang indah dari kekurangan dan ketiadaan. Mengajak membuat sesuatu dari ketidaksempurnaan menjadi sesuatu yang sempurna dengan ketidaksempurnaan itu sendiri, yang selalu menemani dan menyemangati dari kejauhan meskipun terpisahkan ruang dan waktu, yang telah menunjukkan keindahan batinnya yang sekian lama tersembunyi dalam waktu. Yang bisa membuat dari seorang botol karbol menjadi orang penuh passion dan perhatian, mampu menaklukan sisi liar saya, sifat susah diatur saya serta sikap kaku saya. Senyum straight face nya yang selalu membuat serba salah sendiri. Ibarat gabungan gaya "happy feet dan Paddle Pop"dalam dirinya. Semoga semua rasa syukur ini akan bertahan dan terjaga sampai akhir usia.


Terima kasih buat orang-orang yang selama ini sangat berarti dan mewarnai hidup saya, teman-teman yang tulus, keluarga yang selalu mengerti (sangat luar biasa mengerti), dan seseorang yang mengajarkan banyak hal tentang arti indah dalam kesederhanaan, arti luar biasa dalam hal yang biasa, arti sempurna dalam ketidaksempurnaan, arti menikmati hidup, mengajari arti ikhlas dan bersyukur.

Orang-orang inilah yang telah memberikan sinar, bagai sinar lilin yang bersinar dalam gelap. Orang-orang yang mengajarkan dan secara tidak langsung menunjukkan semua hal yang luar biasa dalam hidup saya.


Semoga segala nikmat dan rasa syukur ini akan selalu tetap ada pada tahun-tahun berikutnya.

Tegal, jam 00:00, 05 Oktober 2013
Sudah 2 kali ulang tahun tidak mblusukan.


Selasa, 01 Oktober 2013

"PETUALANG (PENCINTA) ALAM"

Coretan Perjalanan (3)


Nyengir sendiri, saat membaca dan menulis ulang tulisan lama, tidak begitu banyak editan, hanya menambah puisi dari Heri H. Harris yang dicuplik oleh buku "Gola Gong dalam Catatan Si Roy  - Rendez-Vous",... coretan jaman masih suka jadi botol karbol dan selalu mencoba mencapai batas limit diri, kayak Kebo Hutan (Ada nggak sih kebo hutan?),.. seakan nggak percaya pernah membuat coretan ini...
Petualang (Pencinta ) Alam, saya lebih suka untuk menggunakan istilah Petualang Alam dari pada Pencinta Alam, karena kata  Petualang Alam, lebih menggambarkan menjadi diri kita sendiri yang mengeksplorasi diri dan alam, dibanding istilah Pencinta Alam yang terasa terlalu berat dengan beban nama yang tersandang.

Seorang Petualang Alam akan selalu berjalan dan terus berjalan, selalu banyak bertanya dan terus bertanya dalam dirinya tentang kehidupan dan juga tentang alam, selalu berusaha untuk menyatu dengan alam, selalu berjalan mengikuti kemana kaki melangkah, dan... Selalu menjadi penikmat romantis pada keindahan alam ciptaan Tuhan, saat merasakan  ;


Indahnya kabut yang menyelimuti puncak Gunung, melihat "Bapak" Matahari yang terbit atau terbenam dibatas cakrawala yang memanjang, dibawah langit yang biru jernih dikelilingi semburat awan tipis, dibawahnya ada kabut yang seakan akan menjadi garis imajiner tempat matahari mengintip atau menghilang.

Segarnya udara yang dihirup, mencium bau cemara, bau rumput hutan, bau lumut, bau semak belukar dan bau bunga liar,apalagi bau bunga edelweis yang baru merekah. Mendengar suara gesekan dedaunan bagai okestra alam yang dimainkan oleh "Sang Maha Agung", mendengar satwa liar yang merdu menyapa sepanjang perjalanan , lekuk lekuk erotis tebing yang menggoda dan  mengundang untuk disentuh, dipegang dan dipeluk, yang semua itu ada dalam asuhan "Ibu Bumi".

Semburat Cahaya"Ibu" Rembulan yang menyambut malam dengan riang dan kegenitannya, saat menyinari padang edelwies dan saat sinarnya menyentuh kelopak kembang edelweis yang terhampar memantulkan warna warna keperak-perakan disepanjang hamparan ngarai dan jurang, atau saat purnama menyinari "Bapak" Gunung, bagai sebuah lukisan indah yang sukar digambarkan, seperti sekelompok bidadari dari kayangan yang sedang turun ke bumi, menerangi langkah sejauh mata memandang. Ada Rasi Bintang Selatan, Bintang Alpha Coronae Australis atau disebut juga Alphekka Meridiana atau kadang disebut juga Alphekka di Selatan atau Alphekka South yang selalu membimbing langkah dalam perjalanan menembus malam, sehingga sering tidak perlu peta untuk dibaca, kompas untuk dilihat dan koordinat bujur dan lintang untuk diukur.

Bagaimana memukau kesunyian saat menjelajah jauh didalam perut "Ibu" Bumi, menyusuri gua-gua yang terlupakan oleh peradaban, suara gemericik air yang mengalun bagai suara bunyi seruling alam, diiringi bunyi binatang yang memecah kegelapan, melihat keindahan stalaktit dan stalakmit memantulkan pendar pendar sinar bagai berjuta berlian kecil  menyambut dengan lembut mata dalam sorotan sinar senter yang buram, yang terbentuk dari tetesan air dan senyawa alam yang mengkristal selama ribuan bahkan mungkin puluhan ribu tahun lamanya.

Mengagumi... dan dibetotnya rasa oleh gemulainya riak-riak air yang mengalir pada "Ibu" Sungai, yang selalu memacu adrenalin dengan hentakan, goncangan dan alunan air yang membawa entah sampai kemana. Yang kadang ditimpali oleh suara "Bapak" Angin yang menyapa melalui gesekan dedaunan dan aliran suara lirih yang menyapa lembut muka dan kuping kita. Atau rancaknya deburan ombak, dan liukan indah garis pantainya "Ibu" Laut yang bercengkerama dengan anak-anaknya ;pasir, tebing batu atau batu karang. "Ibu" Laut, yang selalu setia menghantar dan menyambut "Bapak" Matahari yang begitu serasi berdampingan setiap pagi dan petang.

Seorang Petualang Alam adalah seorang Pelukis, Penyair, Penyanyi dan Murid yang tidak pernah berhenti untuk belajar,...yang melukis, bersyair, dan bernyanyi, bagi batinnya sendiri. Yang belajar tentang arti keindahan, arti kelembutan, arti kesabaran, arti keteguhan, arti ketegasan, arti berjuang, arti kesetiaan, dan arti kepasrahan, dibalik kerasnya sikap karena kerasnya gemblengan alam.

Seorang Petualang Alam tidak akan pernah menantang, melawan dan menaklukan alam, karena dibalik keindahan mereka tersembunyi kekuatan dahsyat yang luar biasa menghancurkan, seorang Petualang Alam akan selalu menjadikan alam sebagai Sahabat, Guru, Ibu dan sekaligus Ayah bagi dirinya, sehingga akan selalu menghormati dan menjaga kelestarian alam. seorang Petualang Alam akan selalu ingat dan tunduk kepada "Raja Diraja Petualang" yang mengatur alam ini, yaitu Tuhan Yang Maha Segalanya....





Rumahku entah di mana,..
tak kutemukan di sajak-sajak,..
di matahari, dan di bulan,..
karena tidurku
di bawah bintang-bintang,..
jauh di rimba belantara,..
tenggelam di dasar lautan,..
mesti pulang ke mana
setelah letih mengembara?..

Heri H. Harris.




Seorang Petualang Alam selalu belajar dan mengolah hidup mereka di alam terbuka, selalu mengeksplorasi arti diri dan alam, sampai batas limit yang mereka tak sanggup lagi menggapainya. Namun Mereka tidak selamanya akan tinggal di alam, mereka akan selalu pulang, ketempat yang selalu memberi kehangat, kelembutan dan ketenangan, tempat yang mereka sebut "Rumah" ("Home"),  tempat yang selalu menjadi mimpi-mimpi indah dalam nyenyaknya tidur mereka di alam, tempat yang selalu mereka rindukan untuk dapat merasakan lembutnya, hangatnya dan nyamannya, sebuah pojokan teras, pojokan ruang santai, atau semua pojokan rumah, untuk bersandar dalam ketenangan.

Sejauh apapun Petualang Alam melangkah,seberapa lama pun Petualang Alam berjalan, mereka akan selalu merindukan rumah mereka, sesuatu yang membuat mereka untuk selalu tetap terjaga untuk selalu tetap hidup, untuk selalu bertahan, dan untuk selalu terus berjuang, yang selalu menjadi pelita dan kompas yang mengantar mereka ke arah jalan pulang.

Tempat yang telah dipilih dari sekian banyak tempat yang pernah mereka lewati, sebagai tujuan perhentian terakhir mereka, bukan hanya sebagai shelter persinggahan sementara saja.


Pasar Setan, Gunung Merapi
05 Oktober 1994...

Minggu, 22 September 2013

GOD'S COFFEE (KOPI YANG DISEDIAKAN TUHAN)

Sekelompok alumni, yang sangat mapan dalam karir mereka, berkumpul untuk mengunjungi profesor universitas tempat dulu mereka kuliah. Percakapan segera berubah menjadi keluhan tentang stres dalam pekerjaan dan kehidupan.

Sambil menawarkan kopi kepada tamunya, profesor pergi ke dapur dan kembali dengan sebuah teko besar kopi dan bermacam-macam cangkir - ada porselen, plastik, kaca, kristal, dari cangkir tersebut ada beberapa cangkir yang biasa saja, ada beberapa cangkir yang mahal,dan ada beberapa cangkir yang indah - kemudian profesor itu menyuruh kepada mereka untuk mengambil sendiri kopinya.

Ketika semua siswa telah memegang secangkir kopi di tangan mereka, profesor itu berkata:

"Jika kalian perhatikan,... semua cangkir yang kelihatan bagus dan mahal mahal yang kalian ambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah. Meskipun hal ini normal bagi kalian, hanya menginginkan yang terbaik untuk diri kalian, tapi itulah yang merupakan sumber dari masalah dan stres kalian".

Yakinlah,... bahwa cangkir itu sendiri tidak menambah kualitas kopi. Dalam hal ini hanya kelihatan lebih mahal dan bahkan hanya menyembunyikan apa yang kita minum.

Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, tetapi dengan sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik ... Dan kemudian Anda mulai melirik cangkir orang lain satu sama lain.

Sekarang pertimbangkan ini :.. Hidup adalah kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkir, mereka hanya alat untuk menjalani dan mewadahi Hidup, dan jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan, atau mengubah kualitas hidup kita.

Kadang-kadang, kita hanya berkonsentrasi pada cangkir, sehingga kita gagal untuk menikmati kopi yang telah Tuhan sediakan untuk kita. "

Tuhan menyediakan kopi, bukan cangkir ... Nikmatilah kopi kalian!

"Orang yang paling berbahagia adalah orang yang tidak memiliki semua hal yang  terbaik. Tapi mereka yang dapat membuat hal yangterbaik dari semua yang telah ada."

Hidup apa adanya, murah hati, peduli dengan sesama, berbicara dengan baik dan santun,  sisanya Serahkan kepada Tuhan.

Ngupi item pait yuk!
#secangkirkupiinspirasi

Life is Short, Enjoy your coffee, enjoy your life
Life is Short, Enjoy your coffee, enjoy your life

HIDUP (MENJADI DEWASA) DAN MENJADI DIRI SENDIRI


Iseng-iseng membuka coretan buku diary masa remajaku dulu, lalu nemu coretan lama semasa SMP dulu tentang sebuah puisi Rudyard Kipling yang berjudul "IF (Jika)", yang tersimpan dlm buku diary semasa SMP dulu, dan saat membacanya, seperti melihat refleksi dan kilasan hidup, yg selalu menginspirasi dan menjadi gambaran jalan hidup ini, mencoba untuk saya tulis ulang dg sedikit perbaikan tulisan, serta ada tambahan tentang asal usul puisi Rudyard Kipling ini dibuat dan tambahan sosok seorang Bapak dimata saya.


"IF (JIKA)"

RUDYARD KIPLING
(1895)






Sebuah puisi yang ditulis oleh Rudyard Kipling yg dipersembahkan kepada Anaknya John Kipling, yang terinspirasi atas perjalanan hidup sahabat baiknya "Leander Starr Jameson" seorang petualang (adventurer) dan politisi dijaman kolonial di Afrika Selatan yang awalnya bekerja sebagai pekerja expat, yang terjebak dalam perang Boer kedua (Second Boer War), perang yang terjadi di Afrika Selatan melawan penjajahan Inggris, dimana dia pernah menjadi tahanan perang selama 15 bulan, dan kemudian kembali lagi ke Afrika Selatan, yang pada akhirnya menjadi seorang Perdana Menteri di Koloni Afrika Selatan.




JIKA...



Jika kamu dapat menjaga kepalamu tetap tegak saat semua tentang dirimu, menghilang dan semua org menyalahkan semua itu kepadamu;...


Jika kamu dapat mempercayai dirimu sendiri, saat semua orang meragukan mu, lalu kamu dapat menghilangkan keragukan mereka;...


Jika Kamu bisa menunggu dan tak lelah untuk menunggu, Atau pada saat kamu dibohongi, tapi tidak Kamu ambil perduli, Atau, dibenci, tidak membalas dg membenci, tidak terlihat terlalu baik, atau bicara terlalu bijak ;...


Jika Kamu dapat bermimpi - dan tidak membuat impian itu menjadi tuanmu;...


Jika Kamu dapat berpikir - dan tidak menjadikan pikiranmu sebagai tujuanmu...;


Jika Kamu dapat bertemu dengan kemenangan dan bencana, Dan memperlakukan kedua "pengalih perhatianmu" itu secara seimbang;...


Jika Kamu kuat mendengarkan kebenaran, lalu omonganmu diputar balikan oleh orang yang ingin menjatuhkanmu, Atau melihat hal-hal yang kamu susun dalam hidupmu hancur, kemudian kamu bangkit dan bangun kembali dari puing-puing kehancuran itu;...


Jika Kamu dapat menaruh semua kemenanganmu dalam satu tumpukan, Dan mempertaruhkan semuanya itu pada pada satu kali taruhan, lalu kalah, dan Kamu harus mulai lagi dr awal, tanpa pernah mengeluh sepatah kata pun tentang kekalahanmu;...


Jika kamu dapat memaksa hati, saraf dan ototmu, Untuk kembali bertugas setelah lama tidak bertugas (istilah untuk tentara pada saat perang), Dan tetap bertahan saat tidak ada lagi yang tersisa di dalam dirimu, Kecuali kehendak yang mengatakan kepada mereka: "Tunggu";...


Jika Kamu dapat berbicara dengan orang banyak dan menjaga kebajikanmu, Atau berjalan dengan raja, tapi tidak kehilangan jiwa kerakyatanmu;... 


Jika musuh maupun teman-teman yang penuh kasih menyakiti mu;...


Jika semua orang dapat menganggap keberadaanmu, walau tidak terlalu berlebihan;...


Jika Kamu dapat mengisi setiap menit yang tak termaafkan, Senilai dengan enam puluh detik yang sangat bermanfaat dalam ukuran waktu yg sama dalam hidupmu;...


Menghormat bumi dan segala yang ada di dalamnya;... 


Dan - apalagi bisa lebih dari itu - 

Kamu akan menjadi Manusia (Dewasa) anakku!


Kalau baca ulang puisi ini, selalu teringat sosok seorang bapak, yg begitu tegas dlm sikap, yg begitu kuat dan keras dlm menjalani kehidupan serta mengurus keluarga, dan begitu sayang pada keluarga melalui bahasa tubuhnya dan sikap sayang beliau dibalik sikap kaku dan pelitnya omongan beliau.


"Pak Tong Tong" adalah panggilan kesayangan kami sekeluarga ke Bapak, dan dari ke-5 anak beliau hanya saya sendiri yg berani memanggil beliau secara langsung panggilan kesayangan kami itu, di saat semua saudara pada takut-takut memberi panggilan itu dan hanya berani mengucapkan dibelakang beliau. Nama "Pak Tong Tong" adalah kependekan dari "Pak Gentong", karena beliau orangnya gede, tinggi dan gendut kayak Gentong. Dan selalu menjadi tempat ternyaman didunia untuk bersandar dan tempat terhangat untuk dipeluk. (Didalam keluarga kami semua orang punya julukan masing-masing)


Masih ingat dalam memori saya saat Beliau memberi tulisan berisi puisi ini pada ulang tahun saya yang ke 15 saat masih duduk dibangku sekolah kelas 3 SMP, saat dimana Beliau tahu kalau saya mulai suka berpetualang, saat beliau tahu saya yg tiba-tiba menghilang seharian menyusuri sepanjang pantai, mandi dipantai berkemah disana dan main di tambak dekat rumah masa kecil saya, saat Beliau tahu saya pernah menggelandang sampai di Jogja, dan saat Beliau tahu saya mulai suka ikut kakek pergi kemana mana, bahkan ikut naik gunung Muria. (kakek adalah petugas PT. KAI, pada waktu itu).


Beliau memberi hadiah sebuah topi yang bertuliskan "I'm a Man" dan membacakan puisi ini baris demi baris dan mengartikan baris demi baris pas pergantian jam pada ultah ke 15 saya, dikamar saya hanya berdua dg Beliau, dengan gaya bicara yg begitu lembut, penuh rasa sayang dan kesabaran menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari "sipemberontak kecil", padahal yang saya tahu beliau orgnya kaku, tegas dan jarang ngomong, tapi kami tahu kalau beliau sangat sayang kepada kami dg bahasa pelukan dan ciuman yg selalu beliau lakukan setiap saat dan setiap waktu kepada Ibu dan anak-anaknya, selama ada kesempatan berkumpul dengan keluarga, dan dilakukan dg segenap rasa dan perasaan sayangnya, hal tersebut selalu Beliau lakukan dan tidak pernah berubah sampai akhir hayat Beliau. 


Kadang saya sering termenung sendirian ketika menghadapi beban yg berat dalam hidup, saat merasa kehilangan sesuatu yg sangat berarti, atau saat merasa semua org tidak percaya dg saya, atau saat sedang menghadapi kegagalan, saat semua terasa berat dalam hidup, dan disaat merasa tidak punya harapan. saya selalu teringat puisi ini dan wejangan-wejangan beliau tentang arti dari puisi ini. teringat bagaimana diakhir puisi ini beliau merangkum dan meminta saya untuk selalu ingat dan menjalani hidup saya nanti dlm proses dari masa anak anak menjadi remaja dan dewasa :


Berjuanglah sekuat tenaga kamu kalau itu memang yang terbaik buat hidupmu dan orang-orang yang kamu sayangi, berjuanglah sekalipun kamu harus pertaruhkan nyawamu, tapi jangan kau pertaruhkan keselamatan orang-orang yg kamu sayangi disekitarmu. Dan jangan sekali-kali pernah kau jual rasa kemanusian dan harga dirimu sebagai manusia untuk memperoleh dengan segala cara tujuan dari perjuanganmu.


Berlakulah adil dan perjuangkanlah keadilan, sekiranya kamu melihat ketidakadilan disekitarmu, jika bisa bertindak - bertindaklah, jika tdk bisa bertindak - ngomonglah ketidaksetujuanmu, jika tidak bisa bertindak dan ngomong, bersikaplah bhw kamu tidak setuju, jikapun kamu msh tdk bisa bertindak, ngomong atau bersikap, berdoalah atas ketidaksetujuanmu terhadap ketidakadilan disekitarmu.


Terimalah ketidaksukaan bahkan mungkin kebencian orang terhadapmu, biarkan ketidaksukaan dan kebencian mereka ada, justru jadikan ketidaksukaan dan kebencian mereka cambuk untuk bisa menjadikan dirimu lebih baik lagi, jangan balas ketidaksukaan dan kebencian mereka dengan bersikap tidak suka dan membenci mereka.


Kadang kalau harus mempertaruhkan semua untuk hal yg kamu anggap sangat penting dlm hidupmu lakukanlah, dan jika kamu mengalami kegagalan atas pertaruhan itu, jangan pernah mengeluh dan marah dg keadaan serta menyalahkan orang lain, terima kegagalan itu dengan lapang dada sebagai resiko yg harus diterima, bangkit dan berdiri lagi, hidup adalah tentang berjuang, gagal dan bangun dan berjuang lagi.


Bersabarlah untuk menunggu sesuatu yg hebat dan indah dalam hidupmu walaupun mungkin harus menguji hidupmu. Bertahanlah dengan rasa kemanusiaanmu meskipun kamu sudah tidak punya apa-apa lagi dalam hidupmu.


Jadikanlah jiwamu setegar gunung dalam menjalani hidupmu, jika tidak bisa, bersikaplah bahwa kamu setegar itu dalam diammu, jangan bebani orang-orang yang kamu sayangi dengan masalah dan kesedihanmu, jika kamu pikir justru akan membebani mereka. Jadilah seluas samudera bagi hatimu, agar bisa menampung segala cobaan hidupmu, agar bisa menampung segala penderitaan hidupmu, dan menerima semua itu, serta memaafkan segala hal yg mungkin menyakitimu.


Berdirilah ditengah-tengah antara arti menang dan kalah, jadi kamu bisa bersikap rendah hati disaat mendapatkan kemenangan, dan kamu bisa menjadi pribadi yg sadar diri disaat kamu mengalami kekalahan dan menerima kekalahan serta tidak mendendam serta menyalahkan keadaan.


Jadilah dirimu seperti matahari, yang selalu bisa menginspirasi orang2 disekitarmu jika kamu sedang berbahagia, dan jadilah rembulan yang bisa bersinar dalam kesunyian dan dalam kekelaman malam jika kamu sedang bersedih, perlakukan kebahagiaan dan kesedihanmu secara berimbang.


Selalu belajar untuk bertindakan yg benar tanpa harus memaksakan kebenaran kepada orang lain dan selalu mengakui serta meminta maaf atas kesalahan mu, walaupun mungkin kesalahan itu bukan hanya kamu sendiri penyebabnya, dan belajarlah dari kesalahan untuk menjadi pribadi yg bertanggung jawab dengan menerima resiko atas kesalahanmu itu. 


Jadilah dirimu sendiri, diri yang bebas melakukan apa yg kamu sukai, diri yang bebas berekspresi, diri yang membuatmu lepas dari segala beban, cari jati dirimu, tantang dirimu sampai batas limit yang bisa kau capai, masuki hutan belantara, jelajahi gunung-gunung dan tebing-tebing kalau itu memang menjadi sesuatu yang bisa membuatmu bersemangat dan bisa membentuk karakter dan pribadimu, lihat dan rasakan air laut yg menyentuh ujung kakimu ketika kau mengagumi pantai dan lautan, namun ada yang harus kamu ingat, jangan pernah melanggar norma-norma dan kepatutan hidup, jangan pernah kau rusak keindahan alam ciptaan Tuhan, biasakan untuk berimprovisasi dan berubah untuk menjadi lebih baik lagi tanpa harus mengorbankan jati dirimu sendiri. 


Thanks 

"Pak Tong Tong"

(Coretan ulang dari Diary lusuh, semasa SMP dulu,... Malah nemu banyak puisi yg sudah terlupakan dari buku diary lusuh itu,...)

Jumat, 13 September 2013

MELEPASKAN

Coretan Tentang 
Olah Rasa




( To Let Go)

Melepaskan bukan berarti melupakan,
bukan juga tak memikirkannya lagi 
atau mengacuhkannya. 
Melepaskan tak menyisakan perasaan marah, 
cemburu atau penyesalan.

Melepaskan bukanlah tentang menang atau kalah.
Bukan juga tentang harga diri, 
atau bagaimana orang melihatmu, 
dan juga bukan tentang obsesi 
dan terus berkubang pada masa lalu.

Melepaskan bukan berarti memblok kenangan 
atau memikirkan hal-hal yang menyedihkan. 
Melepaskan tak menimbulkan kekosongan,
kepedihan atau kesedihan. 
Melepaskan juga bukan berarti mengalah 
atau menyerah.

Melepaskan bukanlah tentang kehilangan atau kekalahan. 
Melepaskan justru berarti menyimpan kenangan indah,
dan juga mengatasi kesedihan 
dan melanjutkan perjalanan hidup. 
Dan memiliki pemikiran yang terbuka 
dan penuh percaya diri menghadapi masa depan.

Melepaskan berarti belajar, 

dan mengalami dan bertumbuh. 
Melepaskan berarti mengucap syukur 
untuk semua pengalaman yang membuatmu tertawa, 
dan menangis, 
dan membuatmu bertumbuh. 
Segala yang ada padamu sekarang, 
yang pernah ada padamu 
dan yang akan kau miliki di masa depan.

Melepaskan berarti memiliki keberanian 

menghadapi perubahan, 
dan kekuatan untuk tetap maju.

Melepaskan berarti menjadi dewasa, 
dan menyadari bahwa hati terkadang 
bisa menjadi penyembuh yang luar biasa. 
Melepaskan berarti membuka pintu, 
dan melempangkan jalan 
dan memerdekakan dirimu sendiri.


Courtesy Tulisan : Kak Ve To dan Sekar Suket
Ilustrasi : Karya Sendiri


KE(BAHAGIA)AN


Kebahagiaan yang sebenarnya sangat sederhana tetapi tidak banyak orang yang menyadarinya. mereka mengira bahwa kebahagiaan sejati itu berasal dari melakukan sesuatu dengan skala yang besar, dari untung besar, atau dari sebuah prestasi yang hebat. padahal sebenarnya, kebahagiaan itu bisa didapat dari sesuatu yang dianggap paling sederhana, paling kecil, dan paling remeh di dunia ini.

(Orison S. Marden)


Bukanlah apa yang kita lihat atau kita temukan, atau pula apa yang dilakukan orang lain untuk kita yang membuat kita bahagia, tetapi segala sesuatu yang kita pikirkan, kita rasakan, dan kita lakukan, yang pertama-tama untuk orang lain dan baru kemudian untuk diri kita sendiri.

(Helen Keller)


Kebahagiaan itu seperti kupu-kupu yang–ketika dikejar–selalu berada di luar jangkauan kita. Akan tetapi, jika anda diam dengan tenang, maka ia akan mendekatimu.

(Nathaniel Hawthorne)


Anda tidak akan pernah menjadi bahagia dengan cara mengejarnya. Anda akan menjadi bahagia dengan cara menjalani hidup apa adanya.

(Harold S. Kushner)


Cara untuk menjadi bahagia adalah terletak pada kekuatan untuk menggali kebahagiaan dari hal-hal yang biasa.

(Henry Ward Beecher)


Semarang,
13 September 2013